Puisi Penantian

setelah lelah berjalan
Menghtg masa silam
Mereka reka masa depan
Semua yg kita lalui

Kata berguguran
Kuingin kau hadir
Tdk berupa bayang lagi
Aku ingin
Bersandar dibahumu

 

saat aku bersamanya itu sudah cukup
saat dia hanya menatapku itu sudah cukup
aku tidak menginginkan cintanya
aku tidak menginginkan raganya
aku tidak menginginkan rayuan lembutnya

aku hanya ingin berada di sampingnya
aku hanya ingin melihatnya bahagia
walaupun dengan sisa tetes darahku
aku memujanya

hanya dengan airmata yang kutumpahkan
aku menjaganya
dengan seluruh jiwaku pun
aku mencintainya

aku tidak menginginkan kata-katanya
aku tidak meginginkan genggaman tangannya
aku melupakan semua
semua yang ada selain dirinya
aku hanya ingin berada di sampingnya

ndai saja aku dilahirkan kembali dan boleh memilih
“aku ingin jadi apa?”

aku ingin menjadi seorang peri.
aku ingin mengabulkan permintaanmu.
aku ingin menghilangkan kegundahan hatimu.
aku ingin kamu bahagia karena aku.
aku tak ingin melihatmu menangis.
aku tak mau berdiam diri melihat penderitaanmu.

tapi..
aku tak sanggup seperti itu.
aku tak mungkin menjadi peri.
aku tak mampu membuatmu lepas dari keterpurukanmu.

seandainya aku bisa berjumpa dengan peri..
ak akan mnta tolong padanya..
agar kamu bahagia dan keluar dari ruangan
yang membelenggumu..
entah apapun syaratnya..
akan tetap kupenuhi..
untukmu..

Saat kapanpun dalam hidupku…
Selalu terhias oleh wajah tampanmu..
Berkali-kali ku coba menangkis ini..
Namun,apa daya jika hatiku telah memilihmu.

Aku memang bukanlah seorang dewi yang turun dari kayangan
Aku juga tidak sempurna
Aku manusia biasa,sama seperti kau.
Wahai kau,pangeran perebut hatiku..

Dengarkanlah satu kalimat dari lubuk hatiku..
Aku mencintaimu dengan setulus hatiku,
setulus ragaku dan sesuci arti cinta.
Aku tak pernah peduli jika kau menolakku.
Tapi,biarlah langit dan bumi bersaksi…
Kalau aku mencintaimu.

 

Dia dan cintanya….
Aku dan cintaku…
Aku mencintainya dan aku lelah..
Sedikit nakal aku bermain dalam kejenuhanku

Mencoba meramba pelan mencari sesuatu yang baru..
Sesuatu yang membuatku menenggelamkan bosanku…
Jika seperti ini, siapa yang bersalah..???

Aku dan kelelahanku, atau dia yang membuatku lelah…???
Aku dan kejenuhanku ataukah dia yang membuatku jenuh…???
Aku sakit namun tak mampu berpaling…
Aku lelah namun tak sanggup tuk pergi…
Aku terluka namun aku mencinta..

Mencinta pada dia…
Kekasih jiwa yang membuatku lelah…

 

Ketika kamu dan aku tiba
di sini…
diantara ruas jarimu, jariku
tertawa, termenung
bersama waktu yang berlangsung

Kau tersenyum padaku.
Kita menunggu pagi yang pasti, esok yang cerah dan kebahagiaan di hari nanti

Kita terikat akar dan tanah
menyatu dalam kekuatan satu
dan tak pernah padam

Ketika nanti kau tumbuh dan berkembang
tebaran pesona aphrodite selalu kan kau bawa, mentari selalu kan bersinar, dan aku selalu kan berada di sisimu

Semua menjadi pasti
kembang api dan istana pasir
serta gegap gempita pesta
melebur kita dalam pelukan

Bersama zeus aku bawa bintang kembali bersinar
untukmu seorang dewiku
dan pelangi di antara kita.

Simpan bait terakhir lagumu
untuk kita bercumbu di lain waktu

 

Pengarang: Life Quest

Hari ini, saat ini, detik ini…
Hari Bahagia menjemputku,
hari yang kunanti dalam Hidupku,
meski tiada seorangpun di sampingku

Kesedihanku, keresahan dan gelisahku,
bercampur jadi Satu
Kebahagiaanku, keceriaan dan tawaku
sedikit kurasa tanpa kalian yang kucintai

Hari ini, malam ini, lewat Hati ini…
ingin menangis,
namun, kuredam sejenak…
karna ku tak ingin larut, dalam bahagia, meski sepi tanpa teman

pasti datang, hari…
di mana ku dapat rayakan bersama semua
Malam inipun, langit meneteskan hujannya
seakan merasakan kepedihan Hati yang terjadi padaku

Hujan, jangan buat Aku semakin sedih…

 

masih berpijak pada tanah yang basah, masii bergoyah
masih halus benangbenang sutra itu melilit, masii terikat
masih membumbung angan dan asa tentang aku dan dia, masii tak terlupa
namun ku coba, kucoba berikan sedikit udara

pada hatiku yang pengap dan sempat pekat
kucoba untuk pancangkan sebentuk kepercayaan
pada dirinya yang selama ini telah berusaha menyeka peluhku
pada dirinya yang selama ini telah menyita sebagian perhatianku

pada dirinya
bukan lagi masalah waktu
namun kali ini adalah bagaimana aku sanggup untuk mengatakan
mengatakan padanya

jujur dari hati yang tersembunyi
bahwa aku, aku tak akan pernah lagi mencintai dirinya yang tlah berlalu
bahwa aku, aku akan selalu beriringan denganya tanpa bayang-bayang masa lalu
namun aku belum sanggup

mungkin suatu saat aku bisa
mengatakan padanya
apa yang selama ini aku rasa
apa yang selama ini aku jaga
apa yang selama ini aku dekap
rapat
dan terhalang
tentang perasaaan hati
tentang aku yang mencintai dirinya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s